

Sekretariat
Gedung Moch. Iksan Lantai 4
Jl. Pemuda No. 148, Sekayu
Kec. Semarang Tengah - Semarang 50123
Kontak Person
Ibu Maya (WA: 081226626605)
Bazar:
Bpk. Ali Sofyan (WA: 081225701968)
Login |
Menuju gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-XXXI yang direncanakan akan digelar pada tahun 2026 di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah semakin memperkuat komitmennya untuk menjadi tuan rumah yang tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga unggul dalam prestasi. Sebagai bagian dari persiapan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) menggelar forum strategis pada Senin, 23 Juni 2025, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan LPTQ serta memperkokoh peran masyarakat dalam menyebarkan syiar Al-Qur'an.
Forum ini menjadi momen penting bagi seluruh elemen masyarakat dan lembaga yang terlibat dalam persiapan MTQ Nasional. Dengan tema besar "Penguatan Kelembagaan LPTQ dan Masyarakat dalam Syiar Al-Qur'an," diskusi ini membahas berbagai hal krusial yang akan menentukan keberhasilan penyelenggaraan MTQ. Topik yang diangkat mencakup penguatan struktur organisasi LPTQ, penyusunan program kerja yang terarah, peningkatan keaktifan pengurus harian, hingga strategi pembinaan dan pengembangan Al-Qur'an.
Tak hanya itu, forum ini juga memfokuskan pada aspek pengelolaan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan, serta pemberian penghargaan dan apresiasi kepada peserta dan pelatih berprestasi. Semua ini bertujuan agar LPTQ di tingkat provinsi dan daerah mampu berperan maksimal dalam mempersiapkan kafilah yang siap bersaing di tingkat nasional.
Asisten I Sekda Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, yang hadir sebagai keynote speaker, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk menyukseskan MTQ Nasional. Ia menegaskan bahwa Jawa Tengah tidak hanya harus sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga harus unggul dalam prestasi. Keberhasilan ini, menurutnya, tidak hanya bergantung pada kesiapan logistik dan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan mental dan pengelolaan yang matang.
Komitmen penuh juga disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang, Ali Sofyan, yang mewakili Wali Kota Semarang. Dalam sambutannya, Ali menegaskan dukungan penuh dari pemerintah kota, baik dalam hal fasilitas, koordinasi antar-lembaga, maupun pelibatan masyarakat dalam membangun atmosfer syiar Al-Qur'an yang kental.
Forum ini juga diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari tingkat nasional dan daerah. Di antaranya, Kasubdit Lembaga Tilawah dan Ma’had Al-Qur’an Kemenag RI, Rijal Ahmad Rangkuty, Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jateng Imam Buchori, serta Ketua Harian LPTQ Kota Semarang, Yuyun Affandi. Mereka memaparkan berbagai strategi teknis dan kelembagaan untuk memastikan bahwa seluruh lini dalam persiapan MTQ 2026 dapat berjalan dengan maksimal.
Diskusi ini sangat penting dalam mematangkan persiapan, terutama dalam aspek pembinaan kafilah dan pengelolaan sekretariat LPTQ yang profesional. Para narasumber menekankan perlunya meningkatkan kualitas pelatihan dan pembinaan bagi para peserta, serta memperkuat koordinasi antar-lembaga agar semua aspek berjalan dengan baik.
Di balik semua upaya ini, terdapat semangat gotong royong dan kecintaan terhadap Al-Qur'an yang menjadi landasan utama. Masyarakat Jawa Tengah, bersama dengan LPTQ, bertekad untuk membangun kebersamaan dalam menyukseskan gelaran MTQ Nasional 2026. Lebih dari sekedar sebuah ajang lomba, MTQ adalah simbol penghormatan dan kecintaan umat Islam terhadap kitab suci Al-Qur'an. Melalui acara ini, diharapkan dapat semakin memperkuat peran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pedoman hidup maupun sebagai sumber inspirasi spiritual.
Jawa Tengah, dengan segala persiapannya, berkomitmen untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional yang sukses dalam pelaksanaan dan unggul dalam prestasi. Melalui penguatan kelembagaan dan peran aktif masyarakat, gelaran MTQ diharapkan bukan hanya menjadi sebuah acara seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi kebangkitan syiar Al-Qur'an di seluruh penjuru negeri.
Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat, serta komitmen yang kuat untuk memuliakan Al-Qur'an, Jawa Tengah siap menyongsong MTQ Nasional XXXI 2026 dengan langkah penuh keyakinan. Semangat ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi provinsi lain untuk terus memperkuat ikatan dalam upaya memajukan syiar Islam melalui ajang MTQ.
Menuju gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-XXXI yang direncanakan akan digelar pada tahun 2026 di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah semakin memperkuat komitmennya untuk menjadi tuan rumah yang tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga unggul dalam prestasi. Sebagai bagian dari persiapan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) menggelar forum strategis pada Senin, 23 Juni 2025, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan LPTQ serta memperkokoh peran masyarakat dalam menyebarkan syiar Al-Qur'an.
Forum ini menjadi momen penting bagi seluruh elemen masyarakat dan lembaga yang terlibat dalam persiapan MTQ Nasional. Dengan tema besar "Penguatan Kelembagaan LPTQ dan Masyarakat dalam Syiar Al-Qur'an," diskusi ini membahas berbagai hal krusial yang akan menentukan keberhasilan penyelenggaraan MTQ. Topik yang diangkat mencakup penguatan struktur organisasi LPTQ, penyusunan program kerja yang terarah, peningkatan keaktifan pengurus harian, hingga strategi pembinaan dan pengembangan Al-Qur'an.
Tak hanya itu, forum ini juga memfokuskan pada aspek pengelolaan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan, serta pemberian penghargaan dan apresiasi kepada peserta dan pelatih berprestasi. Semua ini bertujuan agar LPTQ di tingkat provinsi dan daerah mampu berperan maksimal dalam mempersiapkan kafilah yang siap bersaing di tingkat nasional.
Asisten I Sekda Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, yang hadir sebagai keynote speaker, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk menyukseskan MTQ Nasional. Ia menegaskan bahwa Jawa Tengah tidak hanya harus sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga harus unggul dalam prestasi. Keberhasilan ini, menurutnya, tidak hanya bergantung pada kesiapan logistik dan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan mental dan pengelolaan yang matang.
Komitmen penuh juga disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang, Ali Sofyan, yang mewakili Wali Kota Semarang. Dalam sambutannya, Ali menegaskan dukungan penuh dari pemerintah kota, baik dalam hal fasilitas, koordinasi antar-lembaga, maupun pelibatan masyarakat dalam membangun atmosfer syiar Al-Qur'an yang kental.
Forum ini juga diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari tingkat nasional dan daerah. Di antaranya, Kasubdit Lembaga Tilawah dan Ma’had Al-Qur’an Kemenag RI, Rijal Ahmad Rangkuty, Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jateng Imam Buchori, serta Ketua Harian LPTQ Kota Semarang, Yuyun Affandi. Mereka memaparkan berbagai strategi teknis dan kelembagaan untuk memastikan bahwa seluruh lini dalam persiapan MTQ 2026 dapat berjalan dengan maksimal.
Diskusi ini sangat penting dalam mematangkan persiapan, terutama dalam aspek pembinaan kafilah dan pengelolaan sekretariat LPTQ yang profesional. Para narasumber menekankan perlunya meningkatkan kualitas pelatihan dan pembinaan bagi para peserta, serta memperkuat koordinasi antar-lembaga agar semua aspek berjalan dengan baik.
Di balik semua upaya ini, terdapat semangat gotong royong dan kecintaan terhadap Al-Qur'an yang menjadi landasan utama. Masyarakat Jawa Tengah, bersama dengan LPTQ, bertekad untuk membangun kebersamaan dalam menyukseskan gelaran MTQ Nasional 2026. Lebih dari sekedar sebuah ajang lomba, MTQ adalah simbol penghormatan dan kecintaan umat Islam terhadap kitab suci Al-Qur'an. Melalui acara ini, diharapkan dapat semakin memperkuat peran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pedoman hidup maupun sebagai sumber inspirasi spiritual.
Jawa Tengah, dengan segala persiapannya, berkomitmen untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional yang sukses dalam pelaksanaan dan unggul dalam prestasi. Melalui penguatan kelembagaan dan peran aktif masyarakat, gelaran MTQ diharapkan bukan hanya menjadi sebuah acara seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi kebangkitan syiar Al-Qur'an di seluruh penjuru negeri.
Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat, serta komitmen yang kuat untuk memuliakan Al-Qur'an, Jawa Tengah siap menyongsong MTQ Nasional XXXI 2026 dengan langkah penuh keyakinan. Semangat ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi provinsi lain untuk terus memperkuat ikatan dalam upaya memajukan syiar Islam melalui ajang MTQ.
Semarang-
Pemerintah Kota Semarang tengah mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) sebagai bagian dari upaya penguatan kelembagaan dalam membina generasi muda cinta Al-Quran. Sosialisasi yang dilaksanakan pada 31 Januari 2025 ini menjadi momen penting untuk merumuskan arah strategis LPTQ Kota Semarang dalam masa bakti kepengurusan berikutnya.
LPTQ memiliki dasar hukum kuat melalui Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri sejak tahun 1977. Lembaga ini berfungsi menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di berbagai tingkat, sekaligus memberikan pembinaan dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Quran. Di bawah arahan dan dukungan pemerintah daerah, LPTQ Kota Semarang terus berupaya memperluas perannya dalam meningkatkan penghayatan ajaran suci ini di masyarakat.
Drs. Ali Sofyan, MM, selaku koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dalam Musda ini adalah restrukturisasi kepengurusan. Sesuai dengan Keputusan Walikota Semarang Nomor 450/1150 Tahun 2019, masa bakti pengurus LPTQ periode 2019-2024 akan segera berakhir pada 15 November 2024. Untuk itu, mekanisme pemilihan pengurus baru telah disiapkan dengan serangkaian prosedur yang mencakup pembentukan tim formatur, penyusunan konsep Surat Keputusan (SK) Walikota, dan pengukuhan pengurus baru.
Dalam menjalankan tugasnya, LPTQ tidak hanya menyelenggarakan MTQ, tetapi juga membangun sarana pembelajaran melalui sanggar-sanggar di tingkat kecamatan dan kelurahan. Sanggar ini mencakup berbagai cabang perlombaan seperti tilawah, tahfidz, tafsir, syarhil, serta cabang pemahaman dan pengkajian Al-Quran lainnya. Program ini didukung oleh kolaborasi pentahelik yang melibatkan akademisi, pelaku bisnis, masyarakat, pemerintah, dan media. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian visi lembaga dalam melahirkan generasi Qur'ani yang berkarakter dan berintegritas.
Kendati demikian, tantangan masih membayangi pelaksanaan program-program tersebut. Salah satu isu utama adalah keterbatasan anggaran. Pemerintah Kota Semarang telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1,5 miliar untuk MTQ tingkat kota, namun hanya Rp 750 juta yang akan direalisasikan setelah dilakukan efisiensi. Selain itu, hibah sebesar Rp 500 juta dialokasikan khusus untuk mendukung kegiatan LPTQ pada tahun 2025. Ali Sofyan menekankan pentingnya pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel agar program pembinaan dapat berjalan dengan maksimal.
Dalam konteks kesejahteraan, perhatian khusus diberikan kepada para ustaz dan ustazah yang bertugas di sanggar-sanggar tersebut. Pemerintah telah menetapkan bisyaroh sebesar Rp 500.000 per bulan bagi para pengajar. Namun, data menunjukkan masih banyak kekurangan dalam jumlah penerima dana insentif ini. Sebagai contoh, dari 6.108 pengajar LPQ yang terdaftar, hanya sekitar 3.000 orang yang mendapatkan bisyaroh, sementara sisanya masih menunggu realisasi anggaran.
Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk mengatasi kendala ini. Beberapa institusi keagamaan, pondok pesantren, dan masjid telah menyatakan kesediaannya untuk mendukung penyediaan tempat dan sarana pembelajaran. Selain itu, keterlibatan lembaga pendidikan tinggi, bank syariah, dan media massa diharapkan mampu memberikan dampak signifikan melalui pelatihan, promosi, dan sosialisasi program-program LPTQ.
Musda kali ini juga mencuatkan wacana pembentukan Institut Ilmu Al-Quran di Kota Semarang. Inisiatif ini dipandang sebagai langkah visioner dalam menciptakan pusat kajian Al-Quran yang tidak hanya fokus pada kompetisi MTQ, tetapi juga pada pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu Al-Quran secara komprehensif. Ali Sofyan menyebutkan bahwa kolaborasi antara LPTQ, Badan Koordinasi Pondok Pesantren Al-Quran (Badko PPQ), dan lembaga pendidikan lainnya akan menjadi pondasi kuat untuk merealisasikan ide besar ini.
Di tengah upaya pembaruan ini, semangat membangun generasi Qur’ani tetap menjadi inti dari setiap program yang dirancang. Generasi ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi pilar utama dalam memperkuat moralitas dan etika sosial masyarakat. Musda LPTQ Kota Semarang tidak sekadar menjadi forum evaluasi dan pemilihan pengurus baru, melainkan juga sebagai ajang konsolidasi berbagai pihak untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita besar tersebut.
Dengan dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan, LPTQ optimistis dapat menjalankan amanahnya dengan lebih baik di masa mendatang. Generasi Qur'ani yang tangguh dan peduli terhadap lingkungan sosial diyakini akan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan global yang kian kompleks.
SEMARANG- 16 Kafilah MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) Kecamatan SeKota Semarang mengikuti penyelenggaraan MTQ XXXII di lingkungan Pemkot Semarang selama sehari, akhirnya Kafilah Gunungpati menjadi juara umum. Piala Juara Umum dan hadiah uang pembinaan senilai 20 juta diserahkan langsung oleh Yuyun Affandi selaku Ketua Harian LPTQ bersama Ali Sofyan selaku Kabag Kesra Pemkot Semarang dan Sumari Kasi Bimas Kementerian Agama Kota Semarang pada Sabtu (21/12/24) dan diterima oleh Ketua LPTQ Gunungpati.
Pada MTQ XXXII Kafilah Gunungpati memperoleh 12 piala juara 1, 9 piala juara 2 dan 2 piala 3 dengan skor nilai 89. Pada urutan kedua disusul oleh Kafilah Ngaliyan dengan perolehan 4 juara terbaik I, 8 juara terbaik II dan 10 juara terbaik III dengan total skor 54. Urutan ketiga & empat diperoleh oleh 2 Kafilah yaitu Pedurungan dan Tembalang dengan total skor yang sama yaitu 38.
Tahun ini cabang lomba yang diadakan semakin variatif diantaranya: tartil, tilawah, tahfidz, qiro’ah mujawwad, tafsir Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris, kaligrafi naskah, dekorasi dan hiasan mushaf, MFQ (Musabaqoh Fahmil Qur’an), MSQ (Musabaqoh Syarhil Qur’an) serta KTIQ (Karya Tulis Ilmiah Al-qur’an).
Yuyun Affandi mengatakan: Saya berharap kepada para juara agar tetap berlatih, sebab ketiga pemenang akan diseleksi ulang untuk dipilih sebagai wakil Kota Semarang dalam MTQ Provinsi Jawa Tengah, ungkapnya disela-sela penyerahan piala kepada para juara.
Yang menarik pada MTQ XXXII ini telah digunakan e-MTQ yaitu sebuah aplikasi yang digunakan sejak pendaftaran peserta, dengan aplikasi ini akan tampak apakah peserta masih memenuhi syarat sesuai ketentuan. Demikian juga proses cabut maqro’ (ayat yang menjadi tema/bahan penampilan peserta dihadapan hakim) dan penilaian dewan hakim sehingga tidak dibutuhkan waktu lama untuk menghitung skor seluruh peserta ditiap cabang yang berjumlah 370 peserta.
Semarang- LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an) Kota Semarang menggelar MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) di Gedung Balaikota Semarang. Acara tahunan ini dilaksanakan untuk yang ke 32 kalinya dipenghujung tahun. Acara ini akan dibuka oleh Walikota Semarang dan Mukhamad Khadik selaku Ketua Umum LPTQ beserta jajaran Forkopimda di tingkat Kota Semarang dengan menghadirkan Qori” juara MTQ Nasional tahun 2024 yaitu Imranul Karim dan Adzando Davena pada Jumat 20 Desember 2024.
Pada malam pembukaan nanti juga akan diselenggarakan defile dari semua kafilah 16 kecamatan sekota Semarang. Bahkan Camat Semarang Selatan beserta istri akan menjadi ratu dan raja mewakili kafilahnya diiringi jajaran pengurus sanggar LPTQ di wilayahnya.
Hingga saat ini peserta yang mendaftar sebagai peserta berjumlag 370 orang dari berbagai tingkat usia anak hingga dewasa. Adapun cabang lomba yang diadakan antara lain: tartil, tilawah, tafsir tiga bahasa, tahfidz, karya tulis ilmiyah, MFQ (musabaqoh fahmil qur’an), MSQ (musabaqoh Syarhil qur’an), kaligrafi/khot dan lain-lain. Yuyun Affandi selaku Ketua Harian LPTQ Kota Semarang mengatakan peningkatan peserta MTQ tahun ini merupakan salah satu indikator peningkatan kualitas masyarakat Kota Semarang dalam ilmu al-quran, ujarnya.
Tak hanya itu, untuk mendukung perkembangan UMKM di Kota Semarang juga diadakan bazaar di halaman balaikota selama pelaksanaan MTQ 2 hari itu. Kabag Kesra Pemkot Semarang Ali Sofyan mengatakan ini merupakan bentuk sinergi dari seluruh jajaran pemerintah Kota untuk mensupport UMKM dengan mengkolaborasikan usaha meningkatkan generasi yang qura’ni, ujarnya disela-sela persiapan acara.
Diskominfo juga ikut memberikan dukungan dengan menyiarkan secara live pembukaan kegiatan MTQ pada malam nanti hingga besok pada cabang tertentu seperti tilawah. Diharapkan masyarakat Kota Semarang turut serta meramaikan kegiatan ini sebagai sarana edukasi kepada anak-anak untuk memotivasi mereka mendalami alqur’an. Panitia juga menyediakan videobooth bagi masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini.
Pelepasan pemberangkatan umroh peserta pemenang MTQ Kota Semarang pada penyelenggaraan MTQ XXIX Tingkat Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2022 di bandara Ahmad Yani pada Senin 28/10/24 dilakukan oleh Pengurus LPTQ Kota Semarang & Kabag Kesra Pemkot Semarang Ali Sofyan.
Pada Kesempatan itu Ali menyampaikan selamat kepada para peserta yang akan menjalankan umroh atas hadiah dari Pemerintah Kota Semarang atas prestasi yang diraih pada MTQ XXIX tingkat Provinsi tahun 2022. "Keberangkatan hari ini membuktikan bahwa Pemkot Kota Semarang melalui LPTQ telah memenuhi janji atas prestasi yang diberikan dalam mengharumkan nama Kota Semarang, harapan kami ini bisa memotivasi masyarakat Kota Semarang agar memberikan dedikasi melalui apapun yang diminati warga melalui kompetensinya" ujarnya.
Diikuti oleh dua belas peserta yang tergabung dalam biro umroh Samira Travel, keberangkatan gelombang 2 ini tidak berhenti sampai disini sebab hadiah yang sama akan diberikan kepada para juara MTQ ditahap selanjutnya. Sebelumnya LPTQ Kota Semarang telah memberangkatkan 9 orang juara lainnya pada bulan September 2023.