

Sekretariat
Gedung Moch. Iksan Lantai 4
Jl. Pemuda No. 148, Sekayu
Kec. Semarang Tengah - Semarang 50123
Kontak Person
Ibu Maya (WA: 081226626605)
Bazar:
Bpk. Ali Sofyan (WA: 081225701968)
Login |
TEGAL – Kontingen Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXI Kota Semarang kembali mengukir prestasi gemilang dengan mempertahankan gelar Juara Umum Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. Ajang bergengsi yang diselenggarakan di Kabupaten Tegal ini menjadi saksi bisu dominasi Kafilah Kota Semarang dalam melahirkan qari/qariah, hafizh/hafizhah, dan mufassir/mufassirah terbaik.
Dengan perjuangan yang gigih dan penuh dedikasi, Kota Semarang berhasil mengumpulkan total skor fantastis, yaitu 208 poin. Raihan ini menempatkan Kota Semarang kokoh di peringkat pertama, jauh mengungguli Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus yang berada di bawahnya.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Semarang, dalam keterangan resminya, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian luar biasa ini. "Alhamdulillah, keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan sinergi yang kuat antara seluruh elemen Kafilah Kota Semarang," ujarnya.
Kemenangan Juara Umum ini ditopang oleh segudang prestasi di berbagai cabang dan golongan lomba, menunjukkan pemerataan kualitas pembinaan di Kota Semarang.
Di cabang Qiraat, Noura Khasna Syarifa berhasil menjadi yang terbaik dengan meraih Juara I Qiraat Mujawwad Dewasa Putri. Sementara di cabang Hifzhul Qur’an, talenta muda Sulthon Ahmad Nidhom turut menyumbang medali emas dengan menjadi Juara I Hafalan 1 Juz Tilawah Putra.
Dominasi juga terlihat nyata di cabang Tafsir Al-Qur’an dan Fahm Al-Qur'an. Pada Tafsir Bahasa Arab, Kota Semarang menyabet dua gelar sekaligus; Aisyah Az Zahra meraih Juara I Putri, dan Abdul Aziz Rantisi berhasil meraih Juara II Putra. Sementara itu, Muhammad Abdul Faqih menambah daftar kemenangan dengan merebut Juara II Tafsir Bahasa Indonesia Putra. Capaian ini semakin lengkap dengan keberhasilan tim Fahm Al-Qur’an yang menyabet Juara I Putri dan Juara II Putra.
Tidak ketinggalan, pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), kontingen Kota Semarang menunjukkan kecemerlangannya dalam literasi Qur’ani. Muhammad Hilmi Labibunnajah meraih Juara I KTIQ Putra, dan Aulia Ainis Lisa berhasil menempati posisi Juara II KTIQ Putri.
Selain gelar Juara I di berbagai cabang di atas, Kafilah Kota Semarang juga mempersembahkan sejumlah prestasi lain yang tak kalah membanggakan, seperti Juara III Tilawah Dewasa Putri yang diraih oleh Siti Nurul Zakiyah. Kemenangan ini juga dilengkapi dengan perolehan di cabang Kaligrafi, yakni Juara II Kaligrafi Digital Putra dan Juara III Kaligrafi Kontemporer Putri, serta puluhan penghargaan lain dari berbagai cabang dan golongan.
Pengurus LPTQ Kota Semarang mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas dedikasi luar biasa dari seluruh kafilah yang telah berjuang sepenuh hati. Apresiasi setinggi-tingginya juga disampaikan kepada pelatih, pembina, dan seluruh jajaran LPTQ serta Kementerian Agama Kota Semarang atas dukungan, bimbingan, dan pengorbanan waktu dan tenaga.
Keberhasilan meraih Juara Umum MTQH XXXI Provinsi Jawa Tengah ini bukan sekadar piala dan angka, melainkan bukti nyata komitmen Kota Semarang dalam melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi dan berakhlak mulia. Kemenangan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan siap menghadapi ajang yang lebih tinggi, yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Nasional.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Dewan Hakim pada Selasa & Rabu, 4-5 November 2025 di Hotel Candi Indah Semarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kota Semarang yang dijadwalkan berlangsung pada 28-29 November 2025. Peserta kegiatan berasal dari unsur Pengurus LPTQ Kota Semarang dan perwakilan dari LPTQ Kecamatan se-Kota Semarang, kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh PJ Sekda Kota Semarang selaku Ketua Umum LPTQ Kota Semarang, Budi Prakosa.
Dalam sambutanya, Ketua Pelaksana Harian LPTQ Kota Semarang, Labib menyampaikan bahwa salah satu tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk menyamakan persepsi seluruh dewan hakim MTQ di tingkat Kecamatan dan tingkat Kota Semarang, untuk menyeleksi juara MTQ yang berkualitas di Kota Semarang. Lanjut Labib, salah satu hal yang mesti diperhatikan adalah pentingnya objektivitas dan profesionalitas dewan hakim MTQ dalam melaksanakan tugas. Dengan demikian, diharapkan yang menjadi juara di masing-masing MTQ adalah orang yang memang benar-benar mempunyai kompetensi yang unggul dan bermental juara.
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Semarang, Muhammad Ahsan menekankan pentingnya kompetensi yang dimiliki oleh dewan hakim baik kompetensi materi maupun kompetensi penilaian. Pemerintah Kota Semarang menurutnya mendukung penuh kegiatan LPTQ Kota Semarang dalam meningkatkan kualitas MTQ di Kota Semarang. Dia juga mendorong agar LPTQ Kota Semarang dan LPTQ Kecamatan merapatkan barisan, mengingat target Kota Semarang adalah mempertahankan Juara Umum pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah.
PJ Sekda Kota Semarang, Budi Prakosa, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa LPTQ harus memastikan bahwa dengan latar yang beragam perlu untuk menyamakan persepsi, dengan tujuan meminimalisir unsur subjektivitas. Menurutnya, diksi dewan hakim selain bertanggung jawab kepada panitia, juga bertanggung jawab secara moral kepada Allah Swt. Pemerintah Kota Semarang memberikan apresiasi kepada LPTQ Kota Semarang atas inovasi yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas. Guna menyongsong pelaksanaan MTQ tingkat Kota Semarang, MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah, dan MTQ tingkat Nasional yang akan dilaksakan di Kota Semarang, Dukungan dalam bentuk pendanaan, fasilitasi, dan sarana prasarana akan diberikan untuk menunjang kegiatan LPTQ Kota Semarang.
Adapun muatan utama kegiatan tersebut, para peserta dibagi menjadi 6 kelompok materi sesuai dengan kompetensinya masing-masing, yakni Tilawah, Tahfidz, kaligrafi, MSQ, KTIQ dan Tartil. Salah satu peserta pada pelatihan tersebut, Ismaisaroh, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut, yang penting untuk memberikan bekal bagi dewan hakim agar menjalankan tugas dengan professional. Harapannya, pelatihan dewan hakim MTQ Kota Semarang dapat dilaksanakan lebih sering dan lebih baik lagi sesuai dengan kategori lomba masing-masing dan supaya kafilah yang dikirim untuk MTQ tingkat Provinsi Jawa dapat menghasilkan Juara Umum seperti MTQ tahun kemarin.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Dewan Hakim pada Selasa & Rabu, 4-5 November 2025 di Hotel Candi Indah Semarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kota Semarang yang dijadwalkan berlangsung pada 28-29 November 2025. Peserta kegiatan berasal dari unsur Pengurus LPTQ Kota Semarang dan perwakilan dari LPTQ Kecamatan se-Kota Semarang, kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh PJ Sekda Kota Semarang selaku Ketua Umum LPTQ Kota Semarang, Budi Prakosa.
Dalam sambutanya, Ketua Pelaksana Harian LPTQ Kota Semarang, Labib menyampaikan bahwa salah satu tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk menyamakan persepsi seluruh dewan hakim MTQ di tingkat Kecamatan dan tingkat Kota Semarang, untuk menyeleksi juara MTQ yang berkualitas di Kota Semarang. Lanjut Labib, salah satu hal yang mesti diperhatikan adalah pentingnya objektivitas dan profesionalitas dewan hakim MTQ dalam melaksanakan tugas. Dengan demikian, diharapkan yang menjadi juara di masing-masing MTQ adalah orang yang memang benar-benar mempunyai kompetensi yang unggul dan bermental juara.
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Semarang, Muhammad Ahsan menekankan pentingnya kompetensi yang dimiliki oleh dewan hakim baik kompetensi materi maupun kompetensi penilaian. Pemerintah Kota Semarang menurutnya mendukung penuh kegiatan LPTQ Kota Semarang dalam meningkatkan kualitas MTQ di Kota Semarang. Dia juga mendorong agar LPTQ Kota Semarang dan LPTQ Kecamatan merapatkan barisan, mengingat target Kota Semarang adalah mempertahankan Juara Umum pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah.
PJ Sekda Kota Semarang, Budi Prakosa, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa LPTQ harus memastikan bahwa dengan latar yang beragam perlu untuk menyamakan persepsi, dengan tujuan meminimalisir unsur subjektivitas. Menurutnya, diksi dewan hakim selain bertanggung jawab kepada panitia, juga bertanggung jawab secara moral kepada Allah Swt. Pemerintah Kota Semarang memberikan apresiasi kepada LPTQ Kota Semarang atas inovasi yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas. Guna menyongsong pelaksanaan MTQ tingkat Kota Semarang, MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah, dan MTQ tingkat Nasional yang akan dilaksakan di Kota Semarang, Dukungan dalam bentuk pendanaan, fasilitasi, dan sarana prasarana akan diberikan untuk menunjang kegiatan LPTQ Kota Semarang.
Adapun muatan utama kegiatan tersebut, para peserta dibagi menjadi 6 kelompok materi sesuai dengan kompetensinya masing-masing, yakni Tilawah, Tahfidz, kaligrafi, MSQ, KTIQ dan Tartil. Salah satu peserta pada pelatihan tersebut, Ismaisaroh, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut, yang penting untuk memberikan bekal bagi dewan hakim agar menjalankan tugas dengan professional. Harapannya, pelatihan dewan hakim MTQ Kota Semarang dapat dilaksanakan lebih sering dan lebih baik lagi sesuai dengan kategori lomba masing-masing dan supaya kafilah yang dikirim untuk MTQ tingkat Provinsi Jawa dapat menghasilkan Juara Umum seperti MTQ tahun kemarin.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Dewan Hakim pada Selasa & Rabu, 4-5 November 2025 di Hotel Candi Indah Semarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kota Semarang yang dijadwalkan berlangsung pada 28-29 November 2025. Peserta kegiatan berasal dari unsur Pengurus LPTQ Kota Semarang dan perwakilan dari LPTQ Kecamatan se-Kota Semarang, kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh PJ Sekda Kota Semarang selaku Ketua Umum LPTQ Kota Semarang, Budi Prakosa.
Dalam sambutanya, Ketua Pelaksana Harian LPTQ Kota Semarang, Labib menyampaikan bahwa salah satu tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk menyamakan persepsi seluruh dewan hakim MTQ di tingkat Kecamatan dan tingkat Kota Semarang, untuk menyeleksi juara MTQ yang berkualitas di Kota Semarang. Lanjut Labib, salah satu hal yang mesti diperhatikan adalah pentingnya objektivitas dan profesionalitas dewan hakim MTQ dalam melaksanakan tugas. Dengan demikian, diharapkan yang menjadi juara di masing-masing MTQ adalah orang yang memang benar-benar mempunyai kompetensi yang unggul dan bermental juara.
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Semarang, Muhammad Ahsan menekankan pentingnya kompetensi yang dimiliki oleh dewan hakim baik kompetensi materi maupun kompetensi penilaian. Pemerintah Kota Semarang menurutnya mendukung penuh kegiatan LPTQ Kota Semarang dalam meningkatkan kualitas MTQ di Kota Semarang. Dia juga mendorong agar LPTQ Kota Semarang dan LPTQ Kecamatan merapatkan barisan, mengingat target Kota Semarang adalah mempertahankan Juara Umum pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah.
PJ Sekda Kota Semarang, Budi Prakosa, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa LPTQ harus memastikan bahwa dengan latar yang beragam perlu untuk menyamakan persepsi, dengan tujuan meminimalisir unsur subjektivitas. Menurutnya, diksi dewan hakim selain bertanggung jawab kepada panitia, juga bertanggung jawab secara moral kepada Allah Swt. Pemerintah Kota Semarang memberikan apresiasi kepada LPTQ Kota Semarang atas inovasi yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas. Guna menyongsong pelaksanaan MTQ tingkat Kota Semarang, MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah, dan MTQ tingkat Nasional yang akan dilaksakan di Kota Semarang, Dukungan dalam bentuk pendanaan, fasilitasi, dan sarana prasarana akan diberikan untuk menunjang kegiatan LPTQ Kota Semarang.
Adapun muatan utama kegiatan tersebut, para peserta dibagi menjadi 6 kelompok materi sesuai dengan kompetensinya masing-masing, yakni Tilawah, Tahfidz, kaligrafi, MSQ, KTIQ dan Tartil. Salah satu peserta pada pelatihan tersebut, Ismaisaroh, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut, yang penting untuk memberikan bekal bagi dewan hakim agar menjalankan tugas dengan professional. Harapannya, pelatihan dewan hakim MTQ Kota Semarang dapat dilaksanakan lebih sering dan lebih baik lagi sesuai dengan kategori lomba masing-masing dan supaya kafilah yang dikirim untuk MTQ tingkat Provinsi Jawa dapat menghasilkan Juara Umum seperti MTQ tahun kemarin.
Semarang, 6 Juli 2025 – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Semarang kini memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2025–2030. Prosesi pelantikan dan pengukuhan berlangsung khidmat di Rumah Dinas Wali Kota Semarang pada Minggu (6/7/2025), menandai komitmen baru dalam syiar Al-Qur’an di kota ini.
Pelantikan pengurus dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, H. Saiful Mujab, yang bertindak atas nama Ketua Umum LPTQ Provinsi Jawa Tengah, KH. Taj Yasin Maimoen. Dalam sambutannya, Kakanwil Saiful Mujab menyampaikan apresiasi tinggi kepada pengurus LPTQ Kota Semarang periode sebelumnya atas dedikasi mereka dalam mengembangkan pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an di masyarakat.
Mengutip pesan Gus Yasin, Kakanwil menegaskan bahwa LPTQ lebih dari sekadar penyelenggara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). "LPTQ adalah lembaga strategis yang membawa misi besar: membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat," pesannya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan generasi Qurani yang berakhlakul karimah serta memperkuat ketahanan spiritual bangsa.
Sementara itu, pengukuhan kepengurusan dilakukan langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Di hadapan jajaran pengurus, tokoh agama, serta tamu undangan dari unsur pemerintah dan masyarakat, Wali Kota Agustina menyampaikan pentingnya sinergi. "Pendidikan keagamaan tidak boleh berjalan sendiri. Sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan LPTQ harus diperkuat untuk menciptakan iklim belajar Al-Qur’an yang menyenangkan dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Agustina juga menyatakan kesiapan Kota Semarang untuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat nasional. Oleh karena itu, ia meminta pengurus LPTQ yang baru dikukuhkan untuk bekerja maksimal dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Semarang H. Iswar Aminuddin, Kakankemenag Kota Semarang H. Muhtasit, Anggota DPRD, Forkopimda, serta ulama dan tokoh agama Kota Semarang.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran LPTQ sebagai garda terdepan pembinaan tilawah dan syiar Al-Qur’an. Dengan semangat baru, LPTQ Kota Semarang siap berkontribusi lebih luas untuk membumikan Al-Qur’an dan membina generasi Qurani di Kota Semarang.